Jam dua pagi,
Menguap iya, tidur tidak bisa.
Segala kata, tanya, tanda, tawa hingga keluar air mata.
Menggulung meronta.
Berkecamuk di dada.
Membangunkan sesak, membuat sakit kepala.
Bingung aku,
Tiba-tiba ragu datang bertamu.
Menanyakan hal konyol kepadaku.
Kemana perginya rindu, katanya.
Sedetik sekejap kupejamkan mata.
Berusaha mencari jawaban atas pertanyaan.
Dihati, lemah luluh tidak berdaya.
Dibibir, melawan.
mengangkat kepala, membusungkan dada dan berkata,
"abaikan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar