KATANYA.
kau akarku.
asal dari kecambahku.
tapi kok?
bagaimana bisa aku merasa
tidak ada yang kau mengerti dari aku?
Coba katakan padaku,
Apakah kau tau apa yang aku mau?
Tahukah kau apa yang aku suka?
Pernahkah kau dengar satu saja dari ceritaku?
Cerita sedihku yang menggunung itu? mungkin?
TIDAK.
Aku tidak terbuka, memang iya!
Aku tidak pernah bercerita, betul sekali.
Kenapa?
Sekarang coba beritahu aku,
bagaimana aku bisa bercerita, kalau akhirnya serba salah juga.
tidak seperti temanku ira atau natlia. seisy atau marie
yang bisa dengan bebas berkata apa.
Kau tidak pernah membantuku melakukannya.
mengajariku menjalankannya.
bagaimana bisa kita bercengkrama apalagi saling terbuka?
Aku, tidak terbiasa.
Menangis saja aku salah, kan? dimatamu itu?
itu ekspresi kesedihan, tolonglah mengerti sedikit.
oke. baiklah aku tidak akan menangis.
Senduku akan selalu kusembunyikan, didepanmu.
Sekarang aku ceria.
......
Nah! lihat? ceria pun aku salah!
Aku sumringah pun kau sepertinya tidak suka.
Lalu aku harus bagaimana?
Zaman ini tidak selurus yang kau bayangkan, Nyonya.
Lihat aku. Lihat hasilnya.
Dan tolong berhentilah berfikir aku yang terburuk di dunia,
Banyak bunga lain diluar sana yang berduri SAMA.
atau bahkan malah lebih tidak berguna.
Bukan aku membela diri.
Tapi bisakah kau lihat?
sedikit saja.
aku ini sedang berusaha.
prosesku menjadi seperti apa yang kau minta sedang dalam rencana.
Ketahuilah, Nyonya.
Apa yang kau tau dan percaya,
Kadang tidak sesuai dengan kenyataannya.
Tapi bagaimanapun,
kau akan tetap menjadi Nyonya.
Akar kecambahku yang agung dan sempurna.
ditulis dengan CINTA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar