mengungkap cerita dibalik kata. bersahabat dengan terang yang gulita.
Minggu, 17 Juli 2011
" untold love story "
Aku, cinta, dan kesetiaanku. kesabaran dan ketakutanku. kelicikan dan kemarahanku.
Aku, tidak mengerti apa yang telah mengendalikanku. membawaku dalam hasrat semu yang menggila dan tidak waras. menuntunku menuju sesuatu, yang mengerikan, yang sama sekali tidak menyenangkan, yang menakutkan, yang penuh dengan tangisan, yang disebut kehancuran.
Cintakah itu? saat tangismu lebih deras daripada tawamu?
Cintakah itu? saat kisahmu dipenuhi penghianatan dan kebohongan?
Cintakah itu? saat tubuhmu terseret dan tergores oleh sesuatu yang selama bertahun tahun kamu percaya sebagai apa yang disebut "belahan jiwa" ?
Ya, dan Tidak.
Aku bahkan tidak bisa memutuskan. mencintai sesuatu memang terkadang tidak masuk akal.
Saat aku berkata benci, kananku mengatakan aku hanya putus asa.
Saat aku berkata cinta, kiriku mengatakan aku hanya tidak terima.
Lalu apa?
Coba, bayangkan. pernahkah kamu ingin mencoba mempertahankan apa yang telah kamu miliki?
pernahkah kamu, mencoba bertahan dalam keadaan yang salah tapi menyenangkan?
aku tidak munafik. pada saat itu aku suka keadaanya. hanya itu yang kuinginkan. aku buta, ya, aku memang. aku bodoh, ya, jelas sekali. manusia macam apa aku, memilih jalan yang salah untuk menikmati kebahagiaan semu yang, pada akhirnya hanya akan ditemukan satu kata, menyiksa. Dan saat aku bangun dan sadar,penyesalan sebesar apapun tidak pernah bisa mengganti apa yang telah rusak dan berantakan. Ingin kuulang hari, ingin sekali ku perbaiki. Tidak bisa, tidak mungkin lagi.
tapi apakah hanya aku? tidak pernahkah orang lain merasakannya juga?
aku paham sekali, bagaimana rasanya, terbiasa dengan sesuatu. mengurus dan diurus. hingga suatu saat tidak ada lagi kesempatan untuk melakukannya, rasanya akan sangat kosong dan hampa.
Tetapi hidup menuntut kita untuk bertahan di segala keadaan. dan kesalahan, tetap akan menjadi kesalahan. bisa diperbaiki, namun sulit untuk dilupakan.
Dan sayangnya, kesalahan terbesar dalam hidupku, adalah mencintai. ironis. karena katanya, cinta adalah hal terindah yang bisa dirasakan di hidup ini.
mencintai, mengacaukan segalanya. itu salahku. apakah akan selalu menjadi begitu?
aku belum tau, dan sekarang aku melanjutkan hidupku, untuk mengetahui, jawabannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar