Orang yang menyakitiku, orang yang selalu ada untuku, orang yang peduli padaku, orang yang meninggalkanku, orang yang mencintaiku sekarang, masa lalu ku, kegagalanku, dan pengalamanku adalah apa yang membentukku menjadi aku hari ini.
Dan cinta. Meninggalkan memori yang tidak akan pernah bisa dicuri oleh siapapun, tapi juga terkadang meninggalkan luka yang tidak akan pernah bisa diobati oleh siapapun.
Ketika kau mencintai, saat kau telah paham sekali segala yang baik dan buruk orang yang kau cintai, dan saat kau memiliki seribu alasan untuk meninggalkannya, kau tetap mencari satu alasan untuk tetap tinggal. Karena cinta bisa dikondisikan seperti, saat kau menutup mata, dia lah yang kau lihat, dan saat kau membuka mata, dia lah orang pertama yang ingin kau lihat. Seperti itukah cinta itu? Ah, egois sekali. Karena sepertinya semua hal itu tetap hanya akan berakhir pada kata kehilangan yang menyakitkan.
Oleh karena itu, berhentilah bersikap bodoh dan pura pura buta. Mulailah berusaha memikirkan keutuhan hatimu sendiri. Temukan seseorang yang (tetap) menatapmu penuh cinta walaupun segala yang baik dalam dirimu terasa sudah hilang.
Dan menurut pengalamanku, memberikan kesempatan kedua hanya akan memberikan kesempatan seseorang untuk menyakitimu (sekali) lagi.
Kuberitahu kau, jika "rindu" adalah alasan untuk memberi kesempatan kedua itu, itu hanya akan membuka kembali luka lama dan membuatnya terasa dua kali lebih perih dan dalam.
Lihatlah perempuan itu, terpaku karena ketampanan. Ingin sekali kuputar kepalanya dan berkata, hey bangun! Bagaimanapun indah rupawan sosok itu, percayalah, pasti ada beberapa perempuan diluar sana yang sudah muak dengan segala omong kosongnya.
Ya, Perempuan, tetap perempuan. Karena bagaimanapun mereka terlihat kuat, mereka memiliki titik lemah. Butuh pertolongan. Dan ada saatnya satu satunya hal yang dia butuhkan, adalah sebuah pelukan hangat dari seseorang yang tulus. Tanpa pura pura.
Aku mengerti sekali, akan selalu ada orang di dunia ini di dalam hidupmu yang tidak akan bisa kau benci. Tidak peduli apa yang mereka lakukan dan bagaimana kau telah berusaha.
Satu kata, bersabarlah. Karena bahkan di cerita dongeng pun, akhir yang bahagia terletak di halaman terakhir.
" Karena aku, akan berlari lebih cepat, dan terbang lebih tinggi, dari yang pernah kamu bayangkan, sebelumnya. "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar