Minggu, 17 Juli 2011

- perfectly imperfect -

" sometimes, you just have to put a period on something that has to end, and not just settle on coma "

Aku percaya, ada pelajaran yang terkandung dalam setiap peristiwa yang terjadi di dunia ini. 
Udara yang membantuku bernafas, atau hujan yang membuat tetes air di mataku. Angin yang membantuku mekar dan merekah, atau badai yang menyandungku, mendatangkan masalah. 
Lihatlah, kerikil kerikil itu. Apabila dipanaskan, walaupun kecil, tetap bisa membuatmu terluka, bukan? 
itulah yang terjadi, padaku. 
Aku mengumpulkan kerikil kerikil itu, sedikit demi sedikit. Aku pikir, tidak apa-apa. Tapi saat itu membukit, bersamaan dengan datangnya panas, tidak terelakkan lagi,aku benar benar jatuh, dan terluka. 
Menyedihkan sekali, dihancurkan oleh apa yang aku bangun sendiri, yang aku pertahankan, yang (tadinya) aku pikir (pada akhirnya) aku dapat memetik buah dari kesabaranku, yaitu kebahagiaan. Tapi ternyata aku salah, karena nyatanya, yang benar adalah aku mendapatkan hasil dari kebodohanku, kesalahanku. 
Pelajaran hidup. 
Akhirnya, aku harus menghadapi segala konsekuensinya. Dan percayalah, konsekuensi dari kesalahan yang keterlaluan itu, dahsyat bukan main. Membuatku sempat benci sekali dengan semua orang, yang hanya melihatku dari kesalahanku. Ingin sekali kukatakan kepada mereka, dimana hatimu, saat kau ucapkan kalimat menyakitkan itu? Seandainya bisa dipertunjukan, bagaimana aku menjalani semua itu, aku bisa jamin, kau akan menangis. 
Mencintai orang yang salah memang musibah. Tapi mencintai orang yang kita cintai dengan cara yang salah, itu lebih dari bencana. 
Dan Tuhan, berhak mengambil apapun dari kita, siap tidak siap, kita harus ikhlas. 
Oleh karena itu aku bangkit, aku belajar, aku mencoba. Menjadi diriku yang baru, berusaha memperbaiki, segalanya.. 
Kembali tegap berdiri diantara puing puing hatiku, bersama orang-orang yang menyayangiku. Matahariku, menuntunku kembali ke jalan yang lebih indah, lebih terang. 
Membuatku merasa sempurna, dalam ketidaksempurnaanku. 
Dan aku tau,ada alasan di setiap kesalahan, yang kadang hanya bisa dimengerti oleh diri sendiri. Itu sebabnya aku memaafkan, itu sebabnya, aku ikhlas.. 
Aku, belajar kejujuran dari sebuah kebohongan, dan belajar kesetiaan dari sebuah pengkhianatan. 
Tapi seperti yang tercatat di diariku, 20 februari lalu. 
..... aku hanya manusia biasa, yang walau bagaimanapun juga, memiliki hati. Dan aku ingin ada seseorang yang menjaganya untukku, yang suatu hari nanti akan datang dan berkata, " seandainya tidak ada lagi orang yang mencintaimu karena kamu tidak sempurna, aku akan tetap disini, mencintaimu, sesempurna mungkin...... " 


" Karena seperti ketika seekor ulat berfikir bahwa dunianya telah berakhir, saat itulah ia berubah, menjadi kupu-kupu.. 

Sekian:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar